Gak Kenal? Ya Tuhan …

Siapa Saya?
Mengenali diri sendiri sebelum orang lain mengenali kita.

Tuhanku Ya Allah, mana bisa disini saya bercuap-cuap untuk mengembor-gemborkan kelebihan dan kekurangan orang lain kalau saya sendiri juga tidak mengenal saya. Masa iyah saya mampu kenal sampai sebegitu dalamnya terhadap mereka, namun diri sendiri saya merasa asing. Kadang saya sendiri juga tak paham, siapa saya? Mengapa saya begini? Dan bagaimana caranya saya bisa seperti ini? Disinilah saya akan mengupas tuntas semuanya🙂

Saya , diri ini, aku, diriku, gue, abdi, dan lain-lain yang menunjukkan kata ganti orang pertama yaitu diri pribadi. Seberapa kenalkah kamu terhadap dirimu sendiri? 25% kah? 50% kah? 75%? atau 100 %? Mudah-mudahan kamu mampu mengenal baik dirimu seperti apa dan bagaimana serta mengapa ketika ada sesuatu yang terjadi pada dirimu, dirimu mampu mengatasinya.

Ada pepatah menyebutkan, “Kenalilah dirimu, maka kamu akan mengenali Tuhan-Mu”. Maka apabila kamu sendiri tidak mengenalnya, maka sampai kapan kamu akan mengenal Tuhan-Mu. Saya rasa kalimat diatas cukup tepat untuk mengenali diri sendiri. Khususnya untuk hal kelebihan dan kekurangan yang kita miliki, serta untuk apa kita ada di dunia ini.

Tuhan mamberi kita nyawa untuk dapat hidup. Memberi segala yang dia ciptakan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk hidup. Kehidupan tidak lepas dari siapa yang mengendalikan. Siapa? Saya? Saya? Siapa? Akan ada masanya kita harus mampu mengenali diri sendiri agar kita tidak terjerumus dalam jalan yang salah menurut aturan.

Apa yang harus kita kenali?
Pertama, siapa diri kita? Kita harus banyak bertanya kepada orang tua kita bagaimana awalnya kita ada. Jangan berpikiran negatif. Kita hanya harus tau bagaiman proses orang tua kita saling mengenal hingga melahirkan kita. Mengapa kita seperti ini? Kita harus mampu menganalisis diri sendiri sebelum orang lain mengenalinya. Hal ini dilakukan agar kita memiliki penilaian untuk masa depan kita. Bagaimana caranya? Tulis dalam selembar kertas kekurangan dan kelebihan yang kita miliki menurut kita sendiri. Sehingga kita akan tau akhirnya akan jadi bagaimana kita kedepannya. Itu untuk hal karir.

Selain dari yang dipaparkan diatas, proses untuk mengenali diri sendiri sebenarnya cukup sulit. Dimana seorang memiliki sifat yang berbeda. Ada sisi lemah dan sisi kuatnya. Maka dari itu, agar kita tidak sering dibodohi dan dikibulin oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, kita harus menutupi kekurangan atau kelemahan kita dengan kelebihan kita. Tunjukkan kepada para penindas bahwa kita itu kuat, kita lebih kuat dari mereka ……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s